Sabtu, Oktober 10, 2009

10 Tips for the TOEFL Essay

posted by Shinta Suci |

1) Read the statement carefully and make sure you understand it. Always decide on what you are going to write before you start. Make a list of your main points.

2) It should be easy to identify the introduction, development and conclusion. Each section should have at least one separate paragraph.

3) Type or write in a clear, large script.

4) Address the entire question or statement, not just part of it.

5) Learn the rules of English punctuation and use them. Each sentence should start with a capital letter and end with a period, question mark or exclamation point.

6) Write short, simple complete sentences. This style sounds strong in English
.
7) Do not begin sentences with the conjunctions and, or, but or with because.

8) Make sure that each sentence has a clearly identifiable main subject and main verb and that they agree in number and tense.

9) Use a variety of sentence structures; at least one question, passive voice sentence, conditional sentence, complex sentence, etc.

10) Use specific examples or reasons to support your ideas. Stories or examples from your personal life are best. Remember, no one is checking up to see if these stories are true.

Kamis, Oktober 08, 2009

Ikhtiar

posted by Shinta Suci |

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... gw awali hari ini dengan bismillah, setiap saat malah, sebelum ngelakuin kegiatan apapun. Hari ini Ali ada 2 interview...Alhamdulillah...mdh2an ada yg cocok salah satunya, kita dapt kbr baik ini kemarin, sekaligus dua bayangin aja, pdhal baru send CV n resume siangnya....waw..Subhanallah...berkah doa bnyk org nih, jg berkah kedatengan Habib Umar kemarin ke rumah...

Alhamdulillah juga, bareng sm Ali stop Contract, semua CC gw Lunas.. :))...waaahh...perjuangan panjang dan berat buat lunasin semua. Gak akan gw pake lagi, kecuali ada hal urgent banget. Itupun dengan bijakkkk banget gak mau ky kemaren2... it's so damn scary guys...deal with banking... bener kt Om gw yg usahanya dah sukses, ngutang boleh tp utk modal usaha dan supaya bs dikembalikan lagi, bukan buat konsumtif ky gue hehehe... kesel dikit shopping...hmmm...gw dpt bnyk bgt pelajaran dr bnyk hal yg berhubungan ma CC kemaren2...

Mudah2an gw jg dapat kbr baik jg dalam wktu dekat ini Amin....
Ta..sukses ya interviewnya....mdh2an berhasil, Amin.... ^_^

Minggu, September 27, 2009

Sejarah Jati Diri "Wong Fei Hung"

posted by Shinta Suci |


Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.

Link :
http://en.wikipedia.org/wiki/Wong_Fei_Hung
http://www.wongfeihung.com/
http://www.abdurrohim.web.id/index.php?option=com_content&view=article&id=312:wong-fei-hung-adalah-muslim-dan-berasal-dari-keluarga-muslim&catid=65:sejarah&Itemid=170
http://majalahummatie.wordpress.com/2009/01/12/wong-fei-hung-adalah-seorang-muslim/

Kamis, September 10, 2009

Play with My Kero

posted by Shinta Suci |

feeewww....capek, gw habis nemenin Kero jalan2 disekitar rumah, sampe ke daerah belakang2. Tadinya mau gw biarin aja dia main sendiri, cm feeling gw bilang gw kali ini harus ngikutin dia nih. Akhirnya ya udah gw ikutin, dia keluar dari jam 09:20 baru pulang, masuk sendiri ke dalam rumah jam 11:30. Akhirnya masuk juga. Untung td gw ketemu bnyk org yg gw kenal, jd sesekali ngobrol, trus jalan lagi. Yang paling lama gw ketemu Sari, anak Po' Asie, dia udah jadi Ibu skrg, anaknya namanya Saoda (tipikal nama anak betawi hehehehe)..Kero lumayan lama jg nongkrong deket rumah Sari, gak taunya ada cewek, cm sayang dah punya anak. Padahal ni cewek kemarin nongkrong di teras atas kamar gw, jg sama anaknya, kasian gw klo liat anaknya, mukanya melas banget, cewek. Kata Sari saudaranya ni anak, kmrin belum lama gak sengaja kegiles motor, smpe matanya keluar, gak lama mati. Trus dikuburin. Kasihan, pantesan kemana2..sama Ibunya mulu. Mana masih nyusu. Sari bilang "padahal ini (nunjuk ibunya) baru ngelahirin tuh mba, anak2nya msih kecil2 baru lahir"..

Lumayan lama juga gw td diluar, untung ada yg nemenin jd gak bete. Akhirnya saking udah PDKT sm 2 cewek gak berhasil jg, Kero ..duuh ni anak gak bisa apa klo gak narik perhatian orang pke suaranya...untung pas depan pager gw dia belok, masuk deh ke dalem rumah, minum n nyari tmpat makannya..fyuuuuhh..hari pertama setelah 2minggu dia gw kurung di dalem rumah, berhasil dilalui dgn sukses...alias gak ada yg iseng ma dia jd dia gak iseng gigit. Tadinya gw mau biarin dia main sndiri, cm kebetulan lg bnyak anak2 kecil diluar..duuuh tar pd iseng digigit deh sm kero..Sekarang dia lg tidur pules bgt dikandangnya..capek kali main dan lari sana sini tadi..besok gw lepas lagi atau gak liat besok deh...

Subscribe